Kamis, 07 November 2019

Tugas 5R


ARI DARMAJA S
11418038  /  2IB01                                         
TUGAS 5R
GAMBAR
MAKNA
REFERENSI
Bahaya listrik bertegangan  tinggi .
Bahaya mesin bergerak
Cairan yang dianggap mudah terbakar, yang menghasilkan uap yang mudah terbakar
Zat yang dapat menyebabkan kematian atau cedera serius atau membahayakan seseorang jika tertelan, terhirup, atau terkena kulit.
Pengoksidasi (oksidator) adalah bahan yang dapat menghasilkan oksigen, atau meningkatkan pembakaran bahan lain. (Kelas 5.1)
Zat organik yang mengandung struktur bivalen –O–O– dan dapat merupakan turunan dari hidrogen peroksida, yang mana satu atau kedua atom hidrogen telah digantikan oleh radikal organik.

Pipa berwarna merah yg disimbolkan sebagai pemadam kebakaran
Foto diambil dari kampus D gedung 6 di wilayah kelas.
Pipa berwarna biru yg disimbolkan tempat mengalirnya gas bertekanan tinggi.
Foto diambil dari pipa gas induk di daerah gas alam ,Cimanggis, Depok
Informasi untuk menggunakan sarung tangan , safety helm, sepatu safety , kacamata, dan masker saat memasuki area tsb.
Petunjuk keselamatan jika terjadi bencana alam , kebakaran dll dapat menggunakan jalur evakuasi menuju tempat yg aman.
Garis hitam ditunjukkan sebagai batas untuk produk jadi dan sarana umum
Garis kuning ditunjukkan sebagai batas batas area kerja dan batas jalur
Penerapan 5R pada foto ini adalah rapi dan ringkas

Penerapan 5R pada foto ini adalah ringkas, rapi dan resik


Kamis, 17 Oktober 2019

TUGAS K3


Tugas K3
Nama              : Ari Darmaja Sisyantoro
Kelas / NPM   : 2IB01  /  11418038
Nama Perusahaan dan Sejarah
PT. Panasonic
Sejarah :
Dengan semangat nasionalisme untuk membuat sebuah alat komunikasi bagi bangsa Indonesia, pada tahun 1954 Drs. H Thayeb Moh.Gobel mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing di Cawang, Jakarta yang merupakan pelopor dari Pabrik Radio Transistor pertama di Indonesia dengan brand “Tjawang”.

Tahun 1957, Drs, Thayeb Moh Gobel menerima beasiswa Colomba Plan dimana dia melanjutkan studi ke Jepang dan bertemu dengan Mr. Konosuke Matsushita, pendiri dari Masushita Electric Indrustrial Co.Ltd. Hingga di tahun 1960 Drs. H. Thayeb Moh.Gobel atas nama PT Transistor Radio Manufacturing menandatangi perjanjian kerjasama " Technical Assistance Agreement" dengan Matsushita Electric Industrial Co. Ltd, (Jepang).

Bisnis pun semakin berkembang dan hingga akhirnya pada tanggal 27 Juli 1970 terbentuklah Joint Venture dengan Panasonic Corporation dibawah PT National Gobel yaitu perusahaan penyedia peralatan rumah tangga.

Hingga tahun 1991 didirikan PT National Panasonic Gobel yang merupakan satu satunya agen retail NABEL dan MGBI dan PT Matsushita Kotobuki Electric Indonesia yang mengekspor VCR, CD-ROM, dan TV.

Pada tahun 2004, merek “National “ bertransformasi menjadi “Panasonic” dan nama perusahaan juga berganti menjadi PT Panasonic Gobel Indonesia. Panasonic menjadi salah satu merek terkenal di Indonesia. Berbagai macam produk elektronik yang dijual meliputi digital AV, kesehatan dan kecantikan, komunikasi, kehidupan pusat inovasi, peralatan rumah, AV profesional, dan solusi bisnis.
Bergerak dibidang apa perusahaan tersebut?
Perusahaan ini bergerak dibidang industri yang memproduksi barang elektronik seperti Televisi, Kipas angin, AC, Kulkas, Mesin cuci dll.
Kapan Perusahaan tersebut memulai pelaksanaan K3?
Perusahaan ini memulai pelaksanaan K3 pada tahun 2005.
Evaluasi Penerapan K3
Para pekerja baru biasanya akan mendapatkan sesi training dan sosialisasi penerapan K3 dalam kegiatan di perusahaan. Sesi training ini biasanya dilatih oleh ahli dalam perusahaan tersebut dengan tujuan dapat mengenal lebih jelas apa yg akan dilakukan ketika kegiatan bekerja berlangsung. Dan untuk Penerapan K3 ini, Biasanya akan dimulai dengan sosialisasi dahulu dalam menerapkan K3 ini sendiri. Staff ahli dan penguji akan memandu proses K3 ini sampai akhir. Para Pekerja diharapkan senantiasa dapat menerapkan K3 ini pada proses bekerja yg dimana jika para pekerja melanggar peraturan atau tidak bekerja sesuai SOP masing masing, maka akan memberikan dampak negative terhadap para pekerja atau perusahaan.

Disini evaluasi K3 sudah hamper tidak pernah mengalami kecelakaan kerja, karena para pekerja sangat waspada bahaya. Sehingga penerapan K3 di perusahaan ini dikatakan berjalan lanca seiring waktu. Para pekerja juga sudah Safety first dalam bekerja , seperti memakai sepatu safety , menggunakan sarung tangan dan helm pelindung (safety helmet).
Resiko kecelakaan Kerja
Terdapat beberapa factor dalam Kecelakaan kerja, diantaranya:
1.faktor fisik
   Seperti radiasi , penerangan , kebisingan , terluka dll
2.faktor biologi
   Seperti bakteri , virus dll
3.faktor kimia
   Seperti terkena cairan kimia , gas beracun , debu dll
4.faktor alam
   Contohmya bencana alam



Jenis kecelakaan
Potensi terjadinya kecelakaan
sering
Jarang
Tidak pernah
Ledakan


o    
Gas beracun


o    
Akibat penerangan


o    
Radiasi  

o    

Terjatuh

o    

Tertimpa


o    
Tersetrum

o    

kebisingan


o    




Penanganan Perusahaan terhadap resiko kecelakaan berdasarkan penerapan K3
Badan atau ahli khusus di perusahaan yang menangani masalah K3 setiap periode atau waktu yg ditentukan seperti 2 minggu sekali atau sebulan sekali, akan mengaudit para pekerja terhadap penerapan K3 di perusahaan agar meminimalisir resiko kecelakaan kerja. Jika ada yang mengalami kecelakaan saat bekerja, perusahaan menyediakan Poliklinik dengan dokter 24 jam. Para pekerja juga dihimbau agar tetap menjaga kondisi tubuh tetap fit dan menjaga alam sekitar.



Daftar pustaka

Narasumber  : Bpk. Wasis (sudah bekerja 26 tahun)