Jumat, 22 November 2019
Kamis, 07 November 2019
Tugas 5R
11418038 /
2IB01
TUGAS 5R
GAMBAR
|
MAKNA
|
REFERENSI
|
Bahaya listrik bertegangan tinggi .
|
||
Bahaya mesin bergerak
|
||
|
|
||
|
|
Zat
yang dapat menyebabkan kematian atau
cedera serius atau membahayakan seseorang jika tertelan, terhirup, atau
terkena kulit.
|
|
|
|
Pengoksidasi (oksidator) adalah bahan yang dapat
menghasilkan oksigen, atau meningkatkan pembakaran bahan lain. (Kelas 5.1)
|
|
|
|
Zat organik yang mengandung struktur bivalen –O–O–
dan dapat merupakan turunan dari hidrogen peroksida, yang mana satu atau
kedua atom hidrogen telah digantikan oleh radikal organik.
|
|
|
|
Pipa berwarna merah yg
disimbolkan sebagai pemadam kebakaran
|
Foto diambil dari
kampus D gedung 6 di wilayah kelas.
|
|
|
Pipa berwarna biru yg
disimbolkan tempat mengalirnya gas bertekanan tinggi.
|
Foto diambil dari pipa
gas induk di daerah gas alam ,Cimanggis, Depok
|
|
|
Informasi untuk
menggunakan sarung tangan , safety helm, sepatu safety , kacamata, dan masker
saat memasuki area tsb.
|
|
|
|
Petunjuk keselamatan
jika terjadi bencana alam , kebakaran dll dapat menggunakan jalur evakuasi
menuju tempat yg aman.
|
|
|
|
Garis hitam
ditunjukkan sebagai batas untuk produk jadi dan sarana umum
|
|
|
|
Garis kuning
ditunjukkan sebagai batas batas area kerja dan batas jalur
|
|
|
|
Penerapan 5R pada foto
ini adalah rapi dan ringkas
|
|
Penerapan 5R pada foto
ini adalah ringkas, rapi dan resik
|
Kamis, 17 Oktober 2019
TUGAS K3
Tugas K3
Nama : Ari Darmaja Sisyantoro
Kelas / NPM : 2IB01 /
11418038
Nama
Perusahaan dan Sejarah
|
PT.
Panasonic
Sejarah
:
Dengan semangat nasionalisme untuk membuat
sebuah alat komunikasi bagi bangsa Indonesia, pada tahun 1954 Drs. H Thayeb
Moh.Gobel mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing di Cawang, Jakarta
yang merupakan pelopor dari Pabrik Radio Transistor pertama di Indonesia
dengan brand “Tjawang”.
Tahun 1957, Drs, Thayeb Moh Gobel menerima beasiswa Colomba Plan dimana dia melanjutkan studi ke Jepang dan bertemu dengan Mr. Konosuke Matsushita, pendiri dari Masushita Electric Indrustrial Co.Ltd. Hingga di tahun 1960 Drs. H. Thayeb Moh.Gobel atas nama PT Transistor Radio Manufacturing menandatangi perjanjian kerjasama " Technical Assistance Agreement" dengan Matsushita Electric Industrial Co. Ltd, (Jepang). Bisnis pun semakin berkembang dan hingga akhirnya pada tanggal 27 Juli 1970 terbentuklah Joint Venture dengan Panasonic Corporation dibawah PT National Gobel yaitu perusahaan penyedia peralatan rumah tangga. Hingga tahun 1991 didirikan PT National Panasonic Gobel yang merupakan satu satunya agen retail NABEL dan MGBI dan PT Matsushita Kotobuki Electric Indonesia yang mengekspor VCR, CD-ROM, dan TV. Pada tahun 2004, merek “National “ bertransformasi menjadi “Panasonic” dan nama perusahaan juga berganti menjadi PT Panasonic Gobel Indonesia. Panasonic menjadi salah satu merek terkenal di Indonesia. Berbagai macam produk elektronik yang dijual meliputi digital AV, kesehatan dan kecantikan, komunikasi, kehidupan pusat inovasi, peralatan rumah, AV profesional, dan solusi bisnis. |
||||
Bergerak
dibidang apa perusahaan tersebut?
|
Perusahaan
ini bergerak dibidang industri yang memproduksi barang elektronik seperti
Televisi, Kipas angin, AC, Kulkas, Mesin cuci dll.
|
||||
Kapan
Perusahaan tersebut memulai pelaksanaan K3?
|
Perusahaan
ini memulai pelaksanaan K3 pada tahun 2005.
|
||||
Evaluasi Penerapan K3 |
Para
pekerja baru biasanya akan mendapatkan sesi training dan sosialisasi
penerapan K3 dalam kegiatan di perusahaan. Sesi training ini biasanya dilatih
oleh ahli dalam perusahaan tersebut dengan tujuan dapat mengenal lebih jelas
apa yg akan dilakukan ketika kegiatan bekerja berlangsung. Dan untuk
Penerapan K3 ini, Biasanya akan dimulai dengan sosialisasi dahulu dalam
menerapkan K3 ini sendiri. Staff ahli dan penguji akan memandu proses K3 ini
sampai akhir. Para Pekerja diharapkan senantiasa dapat menerapkan K3 ini pada
proses bekerja yg dimana jika para pekerja melanggar peraturan atau tidak
bekerja sesuai SOP masing masing, maka akan memberikan dampak negative terhadap
para pekerja atau perusahaan.
Disini
evaluasi K3 sudah hamper tidak pernah mengalami kecelakaan kerja, karena para
pekerja sangat waspada bahaya. Sehingga penerapan K3 di perusahaan ini
dikatakan berjalan lanca seiring waktu. Para pekerja juga sudah Safety first dalam
bekerja , seperti memakai sepatu safety , menggunakan sarung tangan dan helm
pelindung (safety helmet).
|
||||
Resiko
kecelakaan Kerja
|
Terdapat
beberapa factor dalam Kecelakaan kerja, diantaranya:
1.faktor
fisik
Seperti radiasi , penerangan , kebisingan
, terluka dll
2.faktor
biologi
Seperti bakteri , virus dll
3.faktor
kimia
Seperti terkena cairan kimia , gas beracun
, debu dll
4.faktor
alam
Contohmya bencana alam
|
Jenis kecelakaan
|
Potensi terjadinya kecelakaan
|
||
sering
|
Jarang
|
Tidak pernah
|
|||
Ledakan
|
o
|
||||
Gas
beracun
|
o
|
||||
Akibat
penerangan
|
o
|
||||
Radiasi
|
o
|
||||
Terjatuh
|
o
|
||||
Tertimpa
|
o
|
||||
Tersetrum
|
o
|
||||
kebisingan
|
o
|
||||
Penanganan
Perusahaan terhadap resiko kecelakaan berdasarkan penerapan K3
|
Badan
atau ahli khusus di perusahaan yang menangani masalah K3 setiap periode atau
waktu yg ditentukan seperti 2 minggu sekali atau sebulan sekali, akan mengaudit
para pekerja terhadap penerapan K3 di perusahaan agar meminimalisir resiko
kecelakaan kerja. Jika ada yang mengalami kecelakaan saat bekerja, perusahaan
menyediakan Poliklinik dengan dokter 24 jam. Para pekerja juga dihimbau agar
tetap menjaga kondisi tubuh tetap fit dan menjaga alam sekitar.
|
||||
Daftar pustaka
https://www.panasonic.com/id/corporate/profile/history/indonesia.panasonic.html#.Xah7apIza00
(dilihat pada tanggal 17 oktober 2019)
(dilihat pada tanggal 17 oktober 2019)
Narasumber : Bpk. Wasis (sudah bekerja 26 tahun)

Langganan:
Komentar (Atom)


















